TAUBAT

الحمد لله الذي اسْتَوَى فى عِلْمِه الشاهِدُ والغائِبُ * وجَرَى بِحِكَمِهِ النافِذُ والأيِبُ * واشهد ان لااله الاالله وحده لاشريك له * واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله * اللهم صلّ على سيدنا محمد ابن عبدالله * وعلى آله واصحابه ومن وله * اما بعد * فياايهاالناس اتقُوااللهَ حقَّ تقاته * ولا تموتون الا وانتم مسلمون * قال الله تعالى فى كتابه الكريم: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم * وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ (هود :3 )

Hadirin sidang Jum’at rohimakumullah.

Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah – mereka cepat bertaubat apabila berbuat dosa, – memohon ampunan – manakala memperbuat – suatu pelanggaran ketentuan Allah SWT, – baik ketentuan yang berupa perintah, maupun berupa larangan. Firman Allah Swt:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (آل عمران: 135)

“Dan (juga mereka adalah) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (QS. Ali Imran: 135).

Kemudian, sebaik-baik orang yang bertakwa – bukanlah orang tidak pernah berdosa, melainkan mereka – yang apabila berdosa dan berbuat kesalahan – segera bertaubat dan memohon ampunan – kepada Allah SWT – dengan taubat yang sebenar-benar taubat – atau taubatan nashuha – sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran:

ياايهاالذين امنوا توبوا الى الله توبة نصوحا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah – dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nashuha)”. (QS. At-Tahrim : 8)

Dan Firman-Nya:

وتوبوا الى الله جميعا ايهاالمؤمنون لعلكم تفلحون

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah – wahai segenap kaum mu’minin, mudah-mudahan kamu sekalian memperoleh keberuntungan” (QS. An-Nur: 31 )

Disamping itu, taubat merupakan permulaan jalan – bagi para salikin – yaitu orang-orang yang menempuh jalan – menuju kepada Allah SWT, dan sebagai mafatihu sa’adatil muridin - atau anak kunci bagi kemenangan para muridin, serta membawa manusia- kepada kecintaan Allah SWT. Firman Allah :

ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين

“Sesungguhnya Allah – mencintai orang-orang yang bertaubat, dan mencintai orang-orang – yang membersihkan diri dari dosa” (QS.Al-Baqarah : 222)

Hadirin Rahimakumullah

Manusia sebagai makhluk – yang tidak akan pernah luput – dari dosa dan kesalahan, sudah seyogyanyalah – memperbanyak taubat, karena dengan taubat itulah – segala dosa dan kesalahan manusia – akan diampuni oleh Allah SWT. Sabda Nabi SAW:

واللهِ اِنِّـى أَستَـغفِرُاللهَ واَتوُبُ اليه في اليوم اَكثرَ من سبعينَ مَرَّةً

“Demi Allah, sesungguhnya saya beristighfar (memohon ampun) kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali” (HR. Bukhari).

Dan sabdanya yang lain:

ياايهاالناس توبوا الى الله واستَـغفِرُوه فإنـِّى اَتوُبُ في اليوم مِائَةَ مَرَّةٍ

“Hai sekalian manusia, bertobatlah kamu kepada Allah, dan istighfarlah (memohon ampunlah) kepada-Nya, karena sesungguhnya – saya bertaubat setiap hari seratus kali” (HR. Muslim).

Sidang Jum’at yang dimulyakan Allah.

Agar taubat kita diterima oleh Allah SWT, setidaknya ada empat syarat – yang harus kita tempuh:

Pertama, An-nadamah yaitu rasa penyesalan. Artinya, ketika bertaubat – harus timbul rasa penyesalan diri – akan dosa dan kesalahan-kesalahan – yang terlanjur telah diperbuat. Ciri-cirinya nadamah adalah – luluhnya hati – sehingga senantiasa menyesali – dan bersedih hati – atas dosa dan kesalahan – yang telah terlanjur dilakukan.

Kedua, (al-’ajmu ‘ala allaa ya’uda limitslihi) betekad kuat – seta niat bersungguh-sungguh – untuk meninggalkan – dan tidak akan mengulangi kembali – dosa dan kesalahan-kesalahan – seperti itu -.

Ketiga, Al-iqla, yaitu meninggalkan dosa dan kesalahan tersebut – dan menjauhkan diri kita – dari hal-hal yang akan menjerumuskan kembali – kepada perbuatan maksiat.

Keempat, Al-baroatu min jami’i huquqil adamiyin – yaitu membebaskan segala dosa dan kesalahan kita – yang berkaitan dengan haqul adami, dosa kita kepada sesama manusia. Karena – Allah tidak akan menerima taubat kita – atas dosa yang diperbuat – terhadap sesama manusia, seperti menyakiti, merugikan dan menzholimi orang lain – baik melalui ucapan, tingkah laku – maupun perbuatan langsung, sebelum orang itu – benar-benar memaafkan kesalahan kita tersebut – secara jelas dan tertentu, setelah terlebih dahulu – meminta maaf dan halalnya, serta mengembalikan – segala apa yang harus dikembalikan kepadanya.

Sebagai contoh, apabila kita melakukan perbuatan dosa – karena mengambil hak orang lain, seperti menggasab, mencuri atau korupsi dan sejenisnya, maka untuk mendapat pengampunan Allah, terlebih dahulu – kita harus mengembalikan hak orang – yang kita ambil tersebut – sambil meminta maaf – dan memohon pembebasan dari kesalahan (istihlal), baru – setelah mendapatkan maaf – dan penghalalannya – kita bertaubat kepada Allah SWT.

Atau, kita pernah menggunjing (ghibah) seseorang, maka tatkala meminta maaf darinya – harus disampaikan – kata-kata gunjingan tersebut kepadanya, agar dia benar-benar memaafkan kesalahan kita – sesuai dengan objek kesalahannya – dan kita terbebas dari kesalahan itu, baru kemudian – kita bertaubat kepada Allah SWT.

Ihwanul muslimin rahimakumullah

Dari kedua contoh di atas, jelaslah – sungguh berat rasanya – untuk mendapatkan pengampunan Allah – atas kesalahan kita terhadap sesama manusia. Oleh karenanya, berhati-hatilah dalam ucapan dan perbuatan – saat bergaul di masyarakat. Karena, justru dosa-dosa dalam pergaulan sehari-hari inilah – yang banyak dan sering – tidak kita sadari.

Akhirnya, sebagai penutup dari khutbah yang singkat ini, marilah kita bersama-sama – memohon kepada Allah – agar kita terpelihara dari ucapan, tingkah laku dan amal perbuatan – yang menjerumuskan kita – kepada dosa dan kesalahan, baik terhadap sesama manusia – maupun kepada Allah SWT. Dan semoga Allah SWT – senantiasa memberikan kekuatan, kemampuan dan kemauan kepada kita – untuk selalu memperbanyak istighfar – dan bertaubat kepada-Nya. Amin ya Robbal ’alamin.

جَعَلَنا الله ُ واِيَّاكم من الفائزين الآمنين * واَدْخَلَنا واياكم فى زُمْرَة المُوَحِّدين *

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم * وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُود * وقل رب اغفر وَارْحَمْ وانت خير الراحمين *

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.